64. Bar & Malam bersama Nadira

1156 Words

Lampu neon berwarna ungu dan biru berpendar redup, memantul di atas meja-meja kayu yang dipenuhi gelas-gelas kaca. Bar itu tidak terlalu ramai, namun dentuman musik house yang diputar sang DJ sudah cukup untuk menggetarkan d**a. Kairav duduk di tengah keriuhan itu, sesekali melirik jam di pergelangan tangannya. Pikirannya jauh melayang pada Aruby, membayangkan kekasihnya yang mungkin masih berkutat dengan tumpukan literatur bersama Sandira. ​“Kai, santai dikit kali! Aruby nggak bakal lari, tugasnya emang lagi gila banget, kan?” Sena berteriak di samping telinga Kairav sembari mengangkat gelasnya tinggi-tinggi. “Malam ini kita ngerayain Juna yang ulang tahun dan akhirnya nggak jomblo lagi!” ​Fano yang duduk di sebelah Sena ikut menimpali sembari tertawa. “Iya, Kai. Lo dari tadi liatin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD