SELALU MEMBANTAH

1071 Words

“Bangunlah, ini sudah pagi. Semalam kau sudah melewati makan malam, sarapan pagi ini tidak boleh.” Bak alarm, tubu Sheilla langsung bergeliat mendengar suara tak asing di telinganya. Dikarenakan matanya masih mengantuk, tentu itu membuatnya sedikit terusik. Tidak ada niat untuk bangun, Sheilla justru menghempas tangan Mathew yang terus mengusap pipinya. “Kau ini kenapa sih?” “Aku masih mengantuk, Mathew, ingin tidur. Kau bisa sarapan sendiri tanpaku, lagipula ada Mama. Kalau ingin ke kantor, silahkan pergi, tubuhku tidak enak dari semalam, maka dari itu mau tidur saja.” Sejenak Mathew terdiam memandangi wajah Sheilla. Kedua mata istinya memang belum terbuka sama sekali, Mathew juga melihat wajahnya sedikit pucat. Tangan yang tadi dihempas kini menyentuh kening, dan rasa panaslah ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD