Pagi yang seharusnya penuh rencana itu dimulai dengan keceriaan kecil di ruang tamu. Sarah sudah berdiri di depan stroller, menyusun perlengkapan yang akan mereka bawa untuk jalan-jalan. Di tangannya, baju kecil Alvano sudah rapi—kaos putih bergambar beruang, celana biru lembut, topi kecil yang menutupi ubun-ubun mungilnya, dan sepatu bayi yang baru dibelinya seminggu lalu. Alvano yang berusia satu tahun itu duduk di kursi makan, menggigit potongan roti kecil sambil terkekeh melihat ibunya yang mondar-mandir. “Kamu sudah siap, sayang?” tanya Sarah lembut, menepuk pipi anaknya yang belepotan remah roti. Bayi itu hanya terkekeh pelan, lalu mengoceh tak jelas. “Pa… pa…” Sarah tersenyum, “Papa masih di kamar, nanti kita ke taman ya. Mama janji.” Ia mengusap kepala anaknya, membayangkan beta

