Bab 151

1862 Words

Sore itu langit tampak teduh, dihiasi cahaya keemasan yang jatuh di sepanjang jalan menuju panti asuhan di pinggiran kota. Mobil keluarga itu melaju pelan, dengan Sarah duduk di kursi belakang memangku Alvano yang kini berusia satu tahun. Bocah kecil itu mengenakan kemeja putih mungil dan celana abu-abu, tangannya sibuk menggenggam boneka beruang sambil mengoceh tanpa henti. Kavindra yang menyetir melirik ke kaca spion, senyum kecil muncul di wajahnya. “Lihat tuh, Sar, anak kita kayaknya paling semangat hari ini.” Sarah menatap ke arah Alvano yang masih terus mengoceh. “Dia pikir kita mau main ke taman, mungkin. Padahal Mama dan Papa mau ajak dia berbagi rezeki.” Kavindra menatap istrinya sebentar sebelum kembali ke jalan. “Dan itu yang membuatku bangga padamu. Ini ide kamu, dan aku ras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD