Suasana pagi itu cerah, matahari memancar lembut melalui jendela besar rumah keluarga itu. Alvano sudah bangun sejak pukul tujuh, penuh semangat, berlari-lari kecil sambil menyeret boneka robot kesayangannya ke ruang keluarga. Hari ini adalah hari yang sudah dijanjikan oleh Papa dan Mamanya—hari di mana ia akan diajak ke toko mainan. Sarah yang masih menata rambut di depan cermin, mendengar suara langkah kecil dan tawa renyah anaknya, tersenyum geli. “Astaga, anak kecil ini semangat sekali,” gumamnya pelan. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin, memastikan penampilannya rapi—blus putih sederhana dan celana jeans biru lembut, rambut disanggul ringan. “Kavindra! Kau sudah siap?” panggilnya dari kamar. Suaminya yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuk, ter

