Kabar bahwa Ardi dan Raisa sudah bisa pulang membuat suasana di ruang inap berubah total. Sarah dan Kavindra saling berpandangan, mata mereka berbinar penuh kebahagiaan. Rasa lega dan syukur memenuhi hati mereka, membuat napas mereka terasa lebih ringan daripada sebelumnya. Kavindra segera memegang tangan Sarah, menggenggamnya erat seolah ingin memastikan kebahagiaan ini nyata dan bukan sekadar mimpi. “Syukurlah, akhirnya mereka bisa pulang,” kata Sarah lirih, suaranya hampir bergetar karena campuran lega dan senang. Alvano yang masih tidur di gendongan Sarah tersentuh oleh kegembiraan orangtuanya. Meski ia belum bisa memahami apa arti kata-kata itu, aura bahagia dari orangtuanya membuatnya mengeluarkan suara ocehan yang riang, seolah ikut merayakan kabar baik tersebut. Kavindra segera m

