Bab 114

1289 Words

Kavindra duduk di ranjang rumah sakit dengan tubuh yang terasa lemah, kepalanya masih terasa berdenyut akibat benturan keras dan tangannya yang retak membuatnya sulit bergerak. Namun kegelisahan jauh lebih besar daripada rasa sakit fisik yang dideritanya. Dari tadi Sarah keluar untuk membeli minum di kantin, tapi hingga beberapa jam berlalu, wanita itu tidak juga kembali. Hatinya terasa sesak, perasaan tidak enak menggerogoti pikirannya. Ia mencoba menghibur diri bahwa mungkin Sarah bertemu seseorang di rumah sakit atau sedang membeli sesuatu yang lebih lama. Namun semakin lama ia menunggu, semakin kuat rasa takut yang menyelimuti dirinya. Dengan tangan kiri yang masih bisa digunakan, ia meraih ponsel di meja samping ranjang dan menekan nomor rumah. Setelah beberapa dering, suara Raisa, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD