Bab 214

2153 Words

Alvano memarkir motornya tepat di seberang gerbang sekolah Clara. Jam pulang memang baru saja berbunyi, dan gerbang itu dipenuhi para siswa yang keluar berkelompok sambil tertawa dan bercerita tentang pelajaran hari ini. Namun mata Alvano hanya fokus pada satu sosok: Clara. Awalnya, dia tersenyum bangga melihat Clara berjalan sambil menunduk sedikit karena matahari sore yang cukup terik. Tetapi senyum itu langsung memudar, menghilang begitu saja, digantikan rasa masam, cemburu, dan kesal yang menyengat dadanya ketika melihat seorang lelaki berjalan tepat di samping Clara. Lelaki itu tinggi, rambut rapi, seragam yang terlihat sangat bersih, dan membawa tas Clara tanpa diminta. Clara tertawa kecil mendengar sesuatu yang lelaki itu katakan. Dan tawa itu—tawa yang seharusnya hanya menjadi mi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD