Bab 191

2489 Words

Alvano berdiri di depan cermin, menatap seragam SMA barunya. Jas biru tua yang rapi, dasi yang tertata sempurna, sepatu hitam yang berkilau—semua tampak begitu formal dan dewasa, tapi hatinya terasa berat. Nafasnya tertahan berulang kali, dadanya sesak oleh rasa kehilangan yang tak kunjung hilang. Hari ini adalah hari pertamanya masuk SMA, dan sekalipun ini langkah besar menuju masa depan, ada satu hal yang membuatnya sulit bernapas: Clara tidak lagi bersamanya di sekolah. Ia mengingat setahun terakhir—kenangan manis saat mereka duduk bersama, belajar di taman sekolah, membawa bekal untuk satu sama lain, dan semua momen kecil yang dulu begitu berarti. Kini semua itu menjadi memori, sesuatu yang harus ia simpan dalam hati tanpa bisa ia bagi setiap hari lagi. Alvano mencoba tersenyum, mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD