Bab 231

2971 Words

Pagi itu, Clara terbangun lebih awal dari biasanya. Matahari bahkan belum sepenuhnya naik ketika ia sudah duduk di tepi tempat tidurnya dengan rambut berantakan dan mata mengantuk. Namun rasa kantuk itu hilang karena satu hal — hari ini adalah hari pengumuman kelulusan SMA. Ia menatap layar ponselnya yang tampak seperti benda paling menegangkan di dunia. Di grup kelas, teman-temannya sudah berisik sejak pukul lima. Ada yang panik, ada yang sudah menangis duluan, ada juga yang sok tenang padahal jelas-jelas sedang menahan gugup. Clara menggigit bibirnya. Ia merasa seolah perutnya diisi kupu-kupu yang jumlahnya tidak masuk akal. Tangan kecilnya bergetar. Di luar, suara Papa sedang berbicara dengan Mama terdengar samar. Mereka tahu hari ini penting bagi Clara, tetapi mereka tidak mau mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD