Alvano membawa Clara memasuki rumah mewah keluarganya. Begitu pintu terbuka, aroma wangi bunga segar langsung menyapa hidung mereka. Clara melangkah perlahan sambil memegang lengan Alvano, matanya menyapu setiap sudut ruang tamu yang luas. Sarah menoleh dari meja konsol tempat ia sedang merapikan vas bunga. "Clara, datang lagi? Mama senang sekali kamu main ke sini." Clara segera tersenyum sopan. "Iya, Tante… eh… Mama Sarah. Alvano bilang kami mampir sebentar sebelum aku pulang." Sarah tersenyum makin lebar. "Panggil Mama saja. Kamu kan sudah sering ke sini." Clara mengangguk malu. "Baik… Mama." Tak lama, Papa Kavindra turun dari lantai dua sambil membawa beberapa dokumen. Begitu melihat Alvano dan Clara, ia langsung tersenyum. "Kalian baru dari kampus?" tanya Papa Kavindra sambil

