Beberapa hari menjelang ulang tahun pertama Alvano, rumah itu dipenuhi suasana penuh rencana. Sarah yang sejak lama sudah memikirkan hari istimewa putranya, punya bayangan sederhana: doa bersama, lalu berbagi makanan dengan anak yatim, agar ulang tahun pertama itu tidak hanya jadi pesta, melainkan juga membawa berkah. Ia sudah membicarakan hal ini dengan beberapa pengurus panti asuhan kecil di dekat rumah, dan mereka menyambutnya dengan senang hati. Namun, berbeda dengan Sarah, Ardi punya pandangan lain. Ia ingin cucunya dirayakan secara besar-besaran. Baginya, cucu pertama harus mendapatkan yang terbaik, harus dirayakan meriah di hotel, lengkap dengan dekorasi, hiburan, dan tamu undangan penting. Sore itu, mereka semua berkumpul di ruang makan. Alvano duduk di high chair-nya, mengoceh s

