Mall sore itu cukup ramai. Lampu-lampu terang memantul di lantai mengkilap, musik lembut mengalun, dan aroma dari berbagai gerai makanan bercampur jadi satu. Raisa menggandeng tangan kecil Alvano, sementara Ardi mendorong stroller yang sengaja dibawa untuk cucu mereka. Tapi tentu saja, bocah sebelas bulan itu lebih memilih digendong atau berjalan dengan langkah kecilnya yang masih goyah. Alvano tampak begitu bersemangat. Setiap kali melihat etalase toko dengan warna-warna cerah, ia menepuk-nepuk tangan mungilnya sambil mengeluarkan ocehan khas bayi. "Ba… da… taaa…" Suara tawa polosnya terdengar nyaring, membuat Raisa dan Ardi tertawa bersama. "Papa, lihat tuh," ucap Raisa sambil menoleh ke suaminya. "Dia sudah menunjuk-nunjuk etalase mainan. Sepertinya dia tahu kita memang mau belikan ma

