Bab 235

2134 Words

Mawar duduk di sebuah meja di pojokan kafetaria kampus, ditemani dua temannya yang sama-sama senior. Mereka bertiga tampak serius, merencanakan sesuatu. Mawar menatap Alvano yang sedang bercanda dengan Clara di tribun lapangan basket tadi, matanya menyipit penuh ambisi. “Aku nggak bisa membiarkan itu terus terjadi,” kata Mawar dengan nada dingin, matanya menatap Clara yang sedang tertawa kecil dengan Alvano. “Dia itu milikku sebentar lagi. Kalau Clara tetap dekat sama Alvano, aku nggak bakal tinggal diam.” Salah satu temannya, seorang senior perempuan dengan rambut pirang panjang, mencondongkan tubuh. “Mawar, kamu serius mau hadapi dia? Clara itu kan pacar sah Alvano.” Mawar menatap tajam. “Justru itu. Aku nggak peduli dia pacaran. Aku cuma mau Alvano sadar siapa yang lebih pantas buat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD