Bab 233

2712 Words

Clara meletakkan tas ranselnya di sudut kamarnya yang terlihat rapi. Tubuhnya terasa pegal-pegal, dari kepala sampai kaki, seolah semua energi yang ia miliki habis terbuang sepanjang hari menjalani OSPEK. Matanya hampir setengah terpejam, tetapi pikirannya tetap sibuk. Setiap detik yang berlalu ia merasa ada sesuatu yang belum lengkap—Alvano. Dia langsung meraih ponselnya yang tergeletak di meja belajar. Layar ponsel menyala, menampilkan deretan pesan masuk dan notifikasi media sosial. Clara dengan cepat men-scroll ke bagian chat mereka. Harapannya sederhana: setidaknya ada pesan dari Alvano, sekadar memberitahu bahwa dia sudah sampai rumah dengan selamat. Namun yang muncul hanyalah pesan grup kampus, beberapa notifikasi teman lama, dan promosi kampus yang masuk ke email. Tidak ada satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD