Sore itu, di dapur rumah, Sarah sedang menyiapkan makan malam. Aroma masakan ayam panggang dan sayuran segar mengisi seluruh ruangan, membuat perut siapa pun menjadi lapar. Alvano yang baru saja tidur siang, bangun dan bermain dengan mainannya di ruang tengah, sementara suara ketawa kecilnya terdengar dari kejauhan. Kavindra, yang baru selesai beberapa urusan di kantor, masuk ke dapur. Ia menatap Sarah yang sedang sibuk memotong sayuran, matanya berbinar penuh kasih. Tanpa membuat Sarah curiga, Kavindra mendekatinya dari belakang dan memeluk Sarah pelan, menyentuh bahu dan pinggangnya. “Eh… kau lagi masak?” suara Kavindra lembut di telinga Sarah. Sarah tersentak sebentar, lalu tertawa kecil. “Kau… jangan ganggu aku saat aku masak. Aku akan tumpah semua kalau kau tiba-tiba memelukku dari

