Bab 143

2459 Words

Pagi itu, matahari baru saja menembus jendela, sinarnya hangat menyinari halaman belakang rumah Ardi dan Raisa. Alvano sudah bangun lebih awal, berlarian kecil di halaman sambil tertawa riang. Ia berusaha menangkap kupu-kupu yang beterbangan di antara bunga-bunga yang mekar. Raisa, sang nenek, berlari-lari kecil di belakang Alvano, mencoba membantu cucunya menangkap kupu-kupu. “Alvano… lihat Nenek! Nenek akan bantu kau tangkap kupu-kupu!” teriaknya sambil tertawa. Alvano menoleh sebentar, tersenyum riang, dan melompat kecil mengejar kupu-kupu itu lagi. Tawa Alvano terdengar jelas, membuat suasana halaman belakang penuh keceriaan. Ardi, sang kakek, duduk di bangku taman, tersenyum melihat tingkah cucunya. “Alvano… Kakek senang melihatmu bahagia. Nenek sampai ngos-ngosan mengejar kau!” uc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD