Bab 200

1473 Words

Sore itu langit mulai berubah jingga, matahari perlahan turun ke ufuk barat. Di dapur rumahnya yang rapi dan harum mentega, Clara sibuk mengaduk adonan cookies dengan telaten. Tepung menempel di pipinya, rambutnya diikat asal dengan pita kecil, dan apron berwarna biru muda melingkari tubuhnya. Ia tidak sedang membantu ibunya atau memasak untuk acara keluarga—kali ini, Clara membuat cookies dengan satu tujuan: memberikannya kepada Alvano. Sudah beberapa hari sejak kejadian di jalan, ketika motor Clara mogok dan Alvano datang menolong tanpa pikir panjang. Lelaki itu bahkan menolak uang bensin yang hendak Clara berikan, hanya berkata, “Udah, simpen aja. Aku seneng bisa bantu kamu lagi.” Kalimat sederhana itu terus terngiang di kepala Clara. Ada sesuatu yang berbeda di mata Alvano saat itu, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD