Sore itu langit Jakarta tampak berwarna jingga keemasan, awan tipis berarak pelan di langit barat. Alvano baru saja keluar dari minimarket di kompleks perumahan, membawa kantung plastik berisi daging ayam, sayur, dan beberapa bahan pesanan Sarah untuk dimasak malam nanti. Ia menyalakan motornya, bersiap pulang, namun di pertigaan kecil yang mengarah ke jalan utama, langkahnya terhenti. Di tepi jalan, sekitar dua puluh meter di depan sana, seorang gadis sedang duduk di atas trotoar, tampak frustrasi, berusaha menyalakan motor matic berwarna putih yang sepertinya mogok. Rambutnya dikuncir kuda rendah, wajahnya terlihat lelah, dan tanpa perlu menebak lama, Alvano langsung mengenali sosok itu. Clara. Detak jantung Alvano seketika berdetak tak karuan. Ia mematikan gas, menepikan motornya, da

