Bab 173

2172 Words

Pagi itu udara begitu sejuk. Embun masih menempel di dedaunan, dan aroma bunga mawar dari taman belakang masih tercium lembut terbawa angin. Sarah sedang berdiri di teras rumah sambil memakaikan topi kecil di kepala Alvano yang hendak diajaknya jalan pagi. Anak itu selalu bersemangat setiap kali diajak keluar rumah, terutama jika melihat banyak orang di sekitar kompleks perumahan mereka. Hari ini pun tak berbeda—kecuali satu hal yang kemudian membuat pagi yang damai itu berubah menjadi sedikit kacau. Alvano yang digandeng Sarah berjalan kecil di pinggir halaman depan tiba-tiba menatap jalan di depan rumah mereka. Beberapa anak kecil sebaya, lengkap dengan seragam taman kanak-kanak berwarna biru muda, tengah berjalan bersama ibu mereka menuju halte kecil tempat antar-jemput sekolah menungg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD