Extra Part 4 | Hari Patah Hati

2123 Words

Mari menepi sejenak, biarkan kita rehat. Sepertinya esok akan ada misi menguras otak ... perihal anak. . . "Kenapa? Bukannya menyenangkan kalau kita punya adik lagi?" Cely mengerucutkan bibir. "Masalahnya adikku udah banyak, Raff." "Terus gimana? Adiknya mau kamu kasihkan aja ke aku? Adikku baru satu, tuh." Cely memukul pelan tubuh Raffa seraya tertawa, tipe-tipe physical touch. Sering begitu. Refleks Cely kalau tidak memukul, ya, mendorong. Namun, pelan saja. Itu juga dibarengi kekehan atau raut wajah shy-shy cat dengan semu merah jambu. "Oh, ya. Tadi mana buku Matematikamu, Cel?" "Hm? Oh ... bentar." Cely lantas mengeluarkan buku yang dimaksud dari dalam tas sekolahnya. Raffa pun menyerahkan buku catatan Cely yang dia pinjam kemarin. Tulisan Cely rapi dan isi catatannya mudah di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD