Aku senang, tetapi jika kamu tidak berkenan, aku ikhlas merelakan kalau-kalau dia yang hadir ingin ditiadakan. Ternyata apa yang kukatakan ini membuatmu terluka, ya? Sama, aku juga terluka. Jadi, bolehkah kita terima saja? . . Cely bingung. Si kembar malah tidak terpikirkan. Sepertinya hanya Cely yang memikirkan tentang kedua orang tuanya yang konon mau pergi ke luar kota, tetapi sampai Cely pulang sekolah mereka masih di rumah. Tidak jadi pergikah? Ingin bertanya, takut dikira berharap papi dan maminya pergi. Ya, meski memang iya soalnya Cely punya misi. Tapi ngomong-ngomong, papi sama mami sedang musuhankah? Cely memperhatikan. Oh, ralat. Bukan musuhan, melainkan mami yang tampak jengkel kepada papi sehingga didekati tak mau. Menjawab ucapan papi pun dengan raut sewot macam tutur k

