86. Paman vs Keponakan

1046 Words

Erik baru saja sampai di kantor Wijaya Karya ketika Jayden mengikuti di belakangnya. Pria itu membuka pintu ruang kerjanya. "Jay, apa Bagas sudah datang?" "Saya kurang tau, Pak. Harusnya sih sudah." "Coba kamu cek. Jika dia sudah datang ... suruh segera menemuiku sekarang. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya." "Siap, Pak." Jayden keluar dari ruangan sang atasan. Pria itu berjalan cepat menuju ruang kerja Bagas. Mengetuk pintunya ringan. Tok. Tok. Tak lama, suara dari dalam menjawab malas, “Masuk.” Jayden menyibak pintu. “Mas Bagas, Pak Erik meminta Anda untuk ke ruangannya sekarang.” Bagas mengangkat alis. “Sekarang?” “Ya. Beliau bilang... penting.” Bagas mendengus pelan, menyandarkan punggung ke kursi kulitnya. “Apa ini soal urusan internal perusahaan atau... pr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD