85. Tak Ada Rahasia

1042 Words

Malam mulai turun dengan tenang. Udara dari balkon rumah mereka, lembut membelai tirai yang tersingkap sebagian. Di ruang keluarga, lampu gantung bergaya modern memancarkan cahaya hangat. Di sofa panjang berlapis kain lembut, Yurika duduk bersandar dengan bantal kecil di pangkuan, menatap layar TV yang menampilkan serial Korea, namun pikirannya jelas mengembara jauh dari alur cerita. Dari dapur, Erik muncul membawa dua gelas teh hangat. Ia mengenakan kaus abu-abu dan celana santai, rambutnya sedikit acak-acakan, tapi tetap tampak karismatik. Lelaki itu menyodorkan satu gelas untuk istrinya sebelum ikut duduk di sebelahnya. “Teh chamomile, tanpa gula,” katanya. Yurika tersenyum. “Kamu hafal ya.” “Tentu. Soal selera istriku, aku hafal luar kepala.” Mereka tertawa kecil, menciptakan jeda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD