“Loh Keenan, gak jadi jogingnya?” tegur Nadira yang melihat Keenan kembali masuk ke dalam apartemen. Keenan tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Iya, aku tidak jadi joging. Entah kenapa aku jadi merasa capek.” “Oh, ya sudah istirahat saja kalau begitu,” saran Nadira yang melanjutkan langkahnya hendak ke kamar mandi. Ketika mereka semua sarapan, Keenan memulai percakapan. “Nadira, apa kamu dan anak-anak juga ayah. Bisakah selama beberapa hari ini kalian semua tinggal di kediaman utama kita saja?” usul Keenan. “Memangnya kenapa kalau di sini?” tanya Nadira. “Tidak apa-apa sih. Hanya saja aku pikir lebih baik sampai hari pernikahan kita nanti, kamu jangan terlalu capek. Anak-anak bisa dibantu pengasuhannya kalau di kediaman utama, banyak pelayan dan juga penjaga di sana yang bisa men

