Keenan terus mengamati gerak gerik orang yang sudah ia duga sebagai pelaku teror dari pelemparan bangkai ayam baik di rumah Nadira maupun di apartemen miliknya. Kini ia menunggu sampai orang itu benar-benar telah melemparkan bangkai ayam lagi sebagai bukti dalam rekaman CCTV-nya. “Aku harus bersabar sebentar, setelah CCTV merekam kalau benar ia yang melemparkan bangkai ayam itu. Aku akan langsung keluar dan mengejarnya!” gumam Keenan sambil matanya masih tetap menatap ke layar televisi yang kini berubah menjadi monitor pengintai real time. Orang itu terlihat celingukan sesaat, mungkin memastikan jika tidak ada orang lain di sekitarnya. Lalu tanpa ragu ia melemparkan bangkai ayam yang ia pegang di tangannya dan termasuk kepalanya yang sudah putus itu ke pintu apartemen Keenan dengan sanga

