Akhirnya Mengalah.

1102 Words

Sepertiga malam yang akhir, Nadira menatap Kenny dan Keanu, dua buah hatinya yang tertidur dengan lelap di atas ranjang mereka. Ia sendiri sejak tadi tidak bisa tidur dan gelisah, berbagai pikiran silih berganti mengisi relung benaknya. Ketakutan, harapan, kecemasan, amarah, semuanya bercampur baur menjadi satu. Nadira menjadi over thinking dengan dirinya sendiri. “Selama ini, aku sudah berjuang dengan keras demi kebahagiaan mereka berdua. Aku mampu bertahan menghadapi dunia yang kejam ini berkat mereka. Sekarang, kami punya rumah sendiri untuk bernaung. Tapi kenapa Keenan bisa tahu kami di sini? Darimana dan bagaimana dia bisa tahu? Padahal aku tidak memberi tahu dan tidak mengatakan kemana kami pindah kepada siapa pun juga?” ucap Nadira, ia menduga-duga tapi tidak tahu bagaimana Keenan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD