Keenan terdiam mendengar ucapan dari Nadira tersebut, benar apa yang ia katakan. Saat ini dirinya dan Nadya memang sudah mempersiapkan pernikahan mereka, mungkin sudah sekitar delapan puluh persen. Hanya tinggal memastikan kesiapan gedung, katering dan juga menyebar undangan saja. “Kamu benar Nadira, aku memang telah menyiapkan pernikahan bersama dengan Nadya. Tapi, rasanya aku perlu jujur kepadamu,” ucap Keenan. Nadira mengerutkan dahinya dan menatap Keenan dengan tajam. “Jujur kepadaku tentang apa?” tanya Nadira. “Tentang alasan kenapa aku mau menikah dengan Nadya,” sahut Keenan. “Apa alasannya? Tunggu kamu tidak usah mengatakannya, sebab aku tidak ingin mendengarkannya. Apa pun alasan yang kamu miliki yang menyebabkan kamu mau menikah dengan Nadya, itu adalah urusanmu dengannya!” N

