Keenan perlahan membuka mata dan merasa dadanya sesak seperti ada batu besar yang menghimpitnya, tapi kemudian ia menyadari sesuatu dan malah tersenyum bahagia. Ia menatap dan kemudian mendekap Nadira yang tertidur di atas dirinya. Ia merasa hangat dan nyaman meski sedikit sesak, dengan penuh cinta Keenan mengecup kening Nadira yang berada tepat di depan bibirnya. Dini hari tadi, setelah mereka berdua saling bicara dan menumpahkan semua rasa yang terpendam selama ini. Semua amarah, kekesalan dan emosi negatif lainnya yang ada di dalam diri mereka masing-masing tiba-tiba menguap begitu saja. Hanya menyisakan sebuah perasaan cinta dan sayang yang semakin jadi dan erat. Dan entah bagaimana, Keenan samar mengingat, tapi kemudian ia dan Nadira tidur begitu saja di atas sofa berdua. Keenan men

