Teror Berdarah

1082 Words

Keenan dan Nadira tiba kembali di rumah, dengan cepat mereka masuk ke dalam rumah. Tentu saja niatnya adalah ingin menuntaskan kembali apa yang sudah panas membara sejak di dalam gedung bioskop. Keenan menarik lengan Nadira agar duduk bersama dengannya di atas sofa, lalu dengan buas menciumi seluruh wajah dan leher Nadira. Membuat Nadira menggelinjang beberapa kali karena merasakan sentuhan yang lama ia dambakan dan ia pun membalas kecupan demi kecupan yang dilancarkan oleh Keenan kepadanya. “Aku ingin melakukannya!” bisik Keenan tiba-tiba. Nadira mendorong tubuh Keenan menjauh dan menggelengkan kepalanya. “Jangan, aku ingin kita baru melakukannya setelah mendapat restu kedua orang tua kita. Setelah akad nikah berlangsung!” tolak Nadira. “Tapi kita kan pernah melakukannya sebelum ini?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD