Sekitar satu jam sebelum kedatangan RasyidMali bersama dengan Nadira, Subrata dan juga aparat kepolisian ke vila. Nadya tengah memikirkan tempat untuk mengadakan bulan madu bersama dengan Keenan yang ia anggap sudah menjadi suaminya sebab mereka baru saja selesai mengadakan upacara pernikahan darah. “Oh iya, di bukit sekitar sini kan ada air terjun yang indah. Bagaimana kalau kita pergi ke sana saja, Mas? Aku jamin tempatnya itu sangat indah dan cocok untuk kita pergi bulan madu!” usul Nadya. Keenan tentu saja tidak bisa menjawab sebab mulutnya disumpal. “Nadya akan melepaskan ikatan di kaki Mas Keenan supaya Mas Keenan bisa jalan sendiri. Tapi Mas Keenan harus berjanji kalau Mas Keenan tidak akan lari, bagaimana?” tanya Nadya. Mendengar ucapan tersebut Keenan merasa bakalan mendapat k

