“Jadi, apa yang terjadi saat itu?” tanya Keenan yang penasaran sebab bukannya menjawab, Nadira malah diam untuk beberapa lama. “Tidak ada, tidak ada yang terjadi. Kamu hanya menceracau tidak jelas dan akhirnya kelelahan lalu tidur begitu saja. Saat itulah aku pun pergi, keluar dari apartemen mu sebab ada audisi pada pagi hari keesokannya,” jelas Nadira berbohong, ia bahkan harus mengigit bibirnya sedikit agar bisa mengatakan kalimat itu dan sengaja menatap ke jendela di samping agar tidak kentara oleh Keenan yang mungkin sedang melirik ke arahnya. “Kalau begitu aku mengerti sekarang kenapa kamu jadi tahu kalau aku mabuk maka aku akan lupa diri.” Angguk Keenan. Nadira tidak menjawab, semua kebenaran yang ada di ujung lidahnya dengan sangat pahit harus ia telan kembali. Biar dia sendiri s

