“Tidak ada, ayah. Para kru dan talent juga pelayan sudah aku tanya, tapi katanya mereka belum melihat Mas Keenan sejak kemarin.” Nadya memberikan laporannya. Rasyid menarik nafas dan melirik jam tangan. “Kemana anak itu, apa kamu sudah menghubungi hapenya?” tanya Rasyid. “Itu hal pertama yang Nadya lakukan tadi. Tapi hapenya Mas Keenan dalam keadaan non aktif, tidak biasanya. Mungkin baterainya habis dan dia lupa menge-charge-nya.” Nadya menjelaskan. “Mungkin dia sudah berangkat ke kantor atau malah mampir dulu ke kampusnya karena ada suatu urusan. Biarlah, kita akan mencarinya sekali lagi nanti siang! Sekarang lebih baik kita segera berangkat saja!” Rasyid memutuskan. “Baik, ayah!” Nadya mengangguk patuh, ia kemudian mendorong stroller dengan Adrian dan Bagas di dalamnya. Kali ini

