Nadira terbangun dan perlahan-lahan membuka matanya, ia merasa ada kehangatan yang sangat nyaman menyelimuti dirinya. Sudah sangat lama ia tidak merasakan kenyamanan yang menghangatkan dirinya tersebut, ini persis sama dengan pelukan yang biasa dilakukan oleh Keenan ketika mereka sering menghabiskan malam-malam bersama setelah obrolan panjang di tengah malam yang melenakan. Dulu, ia dan Keenan selalu tertidur di atas sofa sambil berpelukan dengan layar televisi yang masih menyala. Kesadaran segera menyergap benak Nadira, ini memang pelukan Keenan! Nadira mengerjap-ngerjap dan melihat tangan Keenan yang melingkar di tubuhnya, ia dengan perlahan melepaskan pelukan tangan Keenan dan kemudian bangkit. Menatap Keenan yang masih pulas tertidur di kasur yang ada di kamar kostannya yang hanya be

