“Apa Anda yakin kalau Anda tidak akan makan dulu? Sushi di sini benar-benar nikmat.” Hakim Tirtoyo berujar sambil menyuapkan sebuah ikka sushi ke dalam mulutnya. Rusli menggelengkan kepalanya. “Terima kasih atas tawarannya, tapi seperti yang tadi saya bilang. Saya memiliki alergi dengan ikan dan makanan laut lainnya,” tolak Rusli. Sang hakim manggut-manggut, ia sudah hampir menyelesaikan makanannya. “Apa Anda mau makan malam yang lainnya? Kita bisa pergi ke restoran lain jika Anda mau?” sang hakim memberikan alternatif. Rusli lagi-lagi menggeleng, “Tidak, terima kasih. Saya ada janji yang lainnya. Kalau begitu saya pamit saja. Tapi Anda jangan lupa dengan apa yang telah menjadi kesepakatan kita ini!” “Tentu saja! Saya tidak akan melupakan kesepakatan kita ini!” angguk sang hakim. Ru

