“Keenan! Tidaaak …!” Nadira menjerit seiring dengan tubuh Keenan yang terkapar sebab menerima timah panas yang dilepaskan oleh seorang petugas kepolisian. Keenan ambruk tepat di sebelah Nadya yang menatapnya dengan pandangan hampa dan seakan tidak memiliki jiwa sama sekali. Ia menatap Keenan seolah sebuah boneka yang terjatuh dari lemari pajangan kamar tepat ke dekat kakinya. “Tangkap dia!” Sang komandan polisi memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menangkap Nadya. “Aku mohon, tolong perlakukan anakku dengan baik!” Subrata memohon, ia sudah pasrah jika Nadya memang harus ditangkap oleh para petugas kepolisian itu. Sementara Rasyid dan Nadira segera berlari menghampiri Keenan yang terkapar di atas batu besar dan lebar itu. Nadira dengan sigap memeriksa denyut nadi Keenan dan te

