“Saya tidak menyarankan Anda untuk masuk dan menemui Nadya,” ucap dokter sekaligus terapis yang menangani Nadya yang ditemui oleh Keenan siang itu di ruangannya. Keenan menatap sang dokter dengan raut penasaran, “Kenapa begitu dokter? Bukankah menurut Pak Subrata ayahnya Nadya, kalau kondisi anaknya sudah lebih baik?” “Dua hari yang lalu memang demikian. Tapi tadi malam dia kembali mengamuk tidak jelas sehingga membuat kami kewalahan. Beberapa perawat terluka oleh tindakan Nadya yang kami duga sedang berusaha untuk kabur dan melarikan diri dari bangsal khusus ini.” Sang dokter menjelaskan alasannya. Keenan menarik nafas, ia semakin merasa bersalah atas nasib yang kini sedang dilalui oleh Nadya. “Aku benar-benar berada di dalam kondisi seperti sedang memakan buah simalakama. Kalau aku t

