Keenan menemui Vanesa di sebuah restoran yang terdapat di lantai bawah sebuah hotel mewah. Wanita itu melambaikan tangan ke arahnya dan tampil dengan pakaian yang cukup terbuka. Keenan bahkan harus menelan ludahnya demi bisa menenangkan diri sebab melihat belahan baju yang amat rendah yang dikenakan oleh Vanesa sehingga memperlihatkan bagian depan tubuhnya yang bulat besar. “Aku mendengar ceritanya dari Nadira semalam. Bagaimana kondisimu? Maaf aku tidak sempat datang menjenguk ke rumah sakit,” ucap Vanesa begitu Keenan duduk di kursi di depannya. “Tidak apa, aku sudah pulih kok. Jadi kamu dan Nadira sudah mulai kembali berkomunikasi?” Keenan baru mengetahui hal tersebut. Vanesa mengangguk dan menatap Keenan. “Ya semuanya mungkin saja terjadi bukan? Aku tahu jika di masa lalu aku dan N

