Keenan melirik ke arah Nadira melalui spion tengah mobilnya, mereka kini dalam perjalanan pulang kembali setelah gagal mendapatkan restu dari kedua orang tua Nadira. Bahkan, ayah Nadira marah dan mencak-mencak kepada Keenan yang dituduhnya tidak bertanggung jawab sejak awal. Dia dengan penuh amarah menyamakan Keenan sebagai seorang pencuri yang telah merenggut kehormatan Nadira dan oleh sebab itu dia tidak akan memberikan restunya kepada mereka berdua. Beruntung Keenan ingat dengan nasehat yang diberikan oleh ayahnya sendiri, karenanya dia tidak menjawab apa pun juga dan berusaha menyabarkan dirinya. Nadira kini merasa sangat sedih dan gundah, air matanya sudah tumpah sejak tadi dan kembali ia merasakan pahitnya diusir oleh sang ayah. “Kamu jangan khawatir Nadira, kita akan mencoba lagi

