Koh Robert keluar dari kamar mandi, berkimono handuk, ia sumringah dan bersiul-siul dengan senangnya. Syuting yang diliburkan tidak berpengaruh banyak kepada dirinya, ia malah merasa gembira karena bisa memanfaatkan waktu untuk melakukan hobinya yaitu bercocok tanam tapi bukan di kebun apalagi di pekarangan rumah melainkan di tempat yang jauh lebih nyaman, dimana lagi selain di hotel. ‘Hap!’ Koh Robert memeluk Vanesa yang sedang duduk sambil mengusap-usap tabletnya. “Aduh! Koh Robert gimana sih? Basah kan jadinya?” gerutu Vanesa yang segera mengelap layar tabletnya. “Kan kamu sendiri tadi yang nyuruh aku buat mandi dulu. Sekarang aku sudah mandi dan segar nih, ayo kita mulai!” ajak Koh Robert sambil melepaskan handuk kimono yang ia kenakan dan melemparkannya begitu saja. “Sabar dulu do

