Keenan menggeliat bangun, aneh, ia merasakan paha sebelah kirinya terasa kaku dan seperti ada sesuatu yang menekan. Ia perlahan membuka matanya dan melihat sesuatu yang telah membebani paha kirinya tersebut. Ternyata Nadira yang tertidur di kursi di sebelah ranjang dengan wajah tertelungkup dan entah sejak kapan meletakkan kepalanya tepat berada di paha kiri Keenan. Keenan sejenak terdiam, ia tidak mau membangunkan Nadira yang tampaknya kelelahan sampai tak sadar ketiduran di atas kakinya. Semalam mereka mengobrol sampai lepas tengah malam dan Keenan yang terpengaruh oleh obat yang diberikan oleh dokter tanpa sadar tertidur begitu saja. Nadira pun sepertinya demikian, karena terlalu lelah dia malah tidur dengan posisi duduk dan setengah tertelungkup. Tangan Keenan bergetar dan terulur ke

