Pria Nakal

1858 Words

Jadi pesawat mendarat sekitar pukul sembilan malam waktu Bali. Begitu roda menyentuh landasan dan tubuh pesawat sedikit bergetar, Arunika tanpa sadar mengencangkan pelukannya pada Noelle yang sejak tadi sudah bangun dan tidak mau lepas darinya. Anak itu bahkan tidak sabar menunggu, sudah menempel sejak pesawat mulai turun, pipinya menempel di bahu Arunika, tangannya melingkar erat di lehernya. “Ma… Mama… kita udah sampai ya?” bisik Noelle dengan suara manja, setengah menguap. “Iya, sayang. Sudah sampai,” jawab Arunika lembut sambil mengusap rambutnya pelan. Begitu pesawat benar-benar berhenti, lampu kabin menyala lebih terang, dan pramugari mulai memberi instruksi, Noelle malah semakin erat memeluk. Ia menggeleng kecil ketika Arunika mencoba menurunkannya. “Noelle mau sama Mama aja…” r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD