Tanda-tanda

2195 Words

Hari demi hari berlalu tanpa benar-benar terasa. Minggu berganti minggu, dan tanpa sadar, satu bulan telah lewat sejak malam panjang Mumas yang menguras tenaga itu. Hidup Arunika seperti bergerak dalam dua dunia yang berjalan bersamaan, di satu sisi, ia kembali menjadi mahasiswa tingkat akhir yang mulai menyusun skripsi dengan serius, duduk berjam-jam di perpustakaan atau di sudut kafe kampus dengan laptop dan tumpukan jurnal, di sisi lain, ia juga terikat dalam rutinitas yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, menjadi bagian dari kehidupan Mahadewan yang serba teratur namun penuh tuntutan yang tidak diucapkan. Malam-malamnya jarang benar-benar kosong, dan entah sejak kapan ia berhenti menghitung berapa kali ia menyerah pada ritme yang sudah terbentuk itu, tanpa lagi banyak protes seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD