Ledakan Mentari

2047 Words

Arunika begitu lelah sampai tubuhnya seolah kehilangan kesadaran akan perpindahan ruang dan waktu. Ia tidak tahu kapan dirinya diangkat, tidak tahu kapan ia keluar dari sekretariat, bahkan tidak tahu kapan ia dibawa menjauh dari hiruk-pikuk kampus menuju tempat yang kini menjadi titik kesadarannya kembali. Yang ia rasakan hanya satu yaitu tidur yang terlalu dalam, terlalu berat, seolah tubuhnya menagih semua waktu istirahat yang tertunda selama berhari-hari. Saat matanya terbuka, cahaya sudah terang memenuhi ruangan. Ia mengernyit pelan, tangan refleks naik menutup wajahnya dari silau yang langsung menyergap. Beberapa detik ia hanya diam, mencoba memahami di mana dirinya berada. Langit-langit di atasnya tinggi, putih bersih dengan sentuhan lampu gantung modern yang tidak ia kenal. Sprei

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD