Kehormatan Jagat

2253 Words

“Arunika? Nak? Kamu di mana?” suara Candra terdengar serak ketika ia terbangun dari sofa ruang keluarga. Perempuan itu mengerjapkan mata beberapa kali, menyadari langit di balik kaca besar penthouse sudah gelap sepenuhnya. Lampu-lampu kota Jakarta menyala seperti serpihan bintang yang jatuh terlalu rendah, memantul samar di permukaan kaca. Ia sempat bingung beberapa detik, lalu ingatan tentang testpack, Arunika yang menangis, Cakra yang mendengar semuanya, dan Mahadewan yang belum pulang langsung menghantam kesadarannya. Candra bangkit dengan napas sedikit tergesa, menoleh ke sekeliling ruangan yang terlalu sunyi. “Arunika?” panggilnya lagi, kali ini lebih cemas. “Kamu tidak kabur, kan?” “Aku di dapur, Bu,” jawab Arunika. Candra langsung mengembuskan napas lega, lalu berjalan cepat ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD