Malam harinya. Nayanika menunggu kepulangan Abi di ruang tamu dengan gelisah. Karena tidak biasanya suaminya itu pulang lebih larut dari biasanya. "Mas Abi kemana sih? Kok tumben belum pulang," gumam Nayanika yang tadinya sempat duduk di sofa tetapi sekarang ia kelihatan berjalan bolak-balik di ruang tamu. Pikirannya tidak tenang. Ingin menelepon, tapi takut sedang berada di jalan dan malah membahayakan. Jadi Nayanika pun hanya bisa menunggu dengan was-was dan juga gelisah berjalan mondar-mandir seperti tidak punya arah. Detakan jam bahkan terdengar lebih kencang, karena ruangan yang begitu sepi karena semua orang sudah hampir terlelap, terkecuali dirinya saja. Nayanika lihat sang anak di kamarnya terlebih dahulu, lalu setelahnya ia mulai mencoba untuk menunggu sang suami di teras ru

