Beberapa hari berikutnya. Nayanika baru saja selesai mandi. Ketika keluar kamar dan melihat sang suami yang tengah duduk di atas ranjang sambil menatap Nasya tadinya. Tetapi, saat melihat Nayanika yang hanya berada dalam balutan handuk saja, perhatian suaminya itupun teralihkan total. Dia memandangi Nayanika dari atas hingga ke bawah dan seperti serigala yang tengah menatap buruannya. Nayanika cepat-cepat mengambil pakaian dari dalam lemari dan niatnya ingin segera pergi dari sana. Akan tetapi, serigala lapar itu malah mendekat dan mengikat tubuhnya yang sedang berada di depan lemari pakaian ini. "Wangi." Satu kata yang meluncur dari mulut Abi dan Nayanika hanya bisa menghela nafas saja. Sudah diincar sejak beberapa hari lalu dan bahkan hari datang bulan pun sampai dihitung-hitung juga

