Siang sudah berangsur hilang dan berganti dengan malam. Abi yang sudah selesai memantau para pekerja sekaligus mengecek pekerjaan para tukang itupun kembali pulang ke rumahnya. Di perjalanan. Dia nampak melihat ke kanan kiri dan mencari buah tangan yang akan ia bawa bersamanya ke rumah. Nayanika masih marah. Tentunya ia harus membawakan sesuatu, agar amarahnya itu sedikit teredam. Jangan sampai, amarahnya nanti berkelanjutan dan ia harus kembali mati kutu ketika berada di dekatnya. Abi belikan camilan, es krim, buah maupun makanan yang lainnya. Tidak lupa juga, ia bawakan seikat bunga agar hatinya sedikit mencair. Abi pergi ke sana kemari sampai langit gelap. Sementara yang ada di rumah, mulai panik mencari karena nomor suaminya tidak bisa dihubungi. "Oh gitu ya, Ma? Naya kira Mas Ab

