Sore harinya. Bumi nampak diam tertegun saat mendengarkan penjelasan Nayanika padanya. Dia juga mengusap wajahnya sendiri, saat Nayanika mengatakan satu hal lain yang membuatnya tak habis pikir. "Jadi, dia ajak kamu nikah?" tanya Bumi yang menarik kesimpulan dari cerita Nayanika sebelumnya. "Iya," jawab Nayanika sambil mengangguk. "Tapi kamu tolak dia kan?" ucap Bumi. "Ya iya. Kita udah tunangan. Masa aku iyain kata-kata dia. Ya gimana ceritanya coba?" ucap Nayanika. "Aku kira, karena Nasya kamu mau terima dia," ucap Bumi. "Ya aku emang kepikiran Nasya juga. Tapi, Nasya juga deket sama kamu kan? Cuma dianya aja yang maunya deket-deket terus. Ya deket sama Nasya, karena dia anaknya juga kan?" ucap Nayanika. Bumi terdiam lagi. Kalau begini, ia pun bingung. Apa berikan Nasya kepadanya

