Abi menaruh tangan ibunya Nayanika di sisi tubuhnya, lalu ia bangkit dari sisi tempat tidur dan menyeka dahinya sendiri dengan punggung tangannya. "Ini, Mas," ucap Nayanika yang mengambilkan tisu dari atas meja nakas sang ibu dan mengulurkannya kepada Nayanika. "Oh iya, terima kasih Nayanika," ucap Abi sambil menarik tiga lembar tisu dan menumpuknya jadi satu lantas ia pakai untuk mengeringkan air mukanya itu. "Kamu tenang saja. Ibu kamu pasti bisa sembuh secepatnya," ucap Abiyaksa sambil tersenyum. Nayanika menghela nafas. Senang. Tapi tidak begitu senang dengan apa yang sedang dilakukan oleh laki-laki ini. Sebegitunya kah, mau masuk ke dalam hidupnya? Bukannya senang secara penuh, hal itu justru malah membuatnya bingung. Pasti lama kelamaan, dia juga akan meminta balasan atas setiap

